Siput ini tidak berjalan atas keinginannya sendiri, tapi mereka tak juga
mati. Inilah yang dinamakan pergerakan siput zombie. Di tentakel siput
ini, para cacing yang bertindak sebagai parasit sudah memulai proses
pemangsaan otak. Dengan demikian tentakel dan otak sang siput tidak lagi
berfungsi, melainkan sudah menjadi alat untuk menyebarkan keturunan
para cacing.
Siput merupakan hewan gastropoda, apa itu gastropoda??.
Gastropoda adalah arti dari dua kata, yang pertama adalah gastro yang berarti perut dan poda yang berarti kaki. Gastropoda umunya disebut siput (bagi Gastropoda yang bercangkang). Namun, Gastropoda juga biasanya dipakai untuk menyebut siput becangkang atau siput non cangkang (vaginula sp.). Gastropoda sendiri ialah kelas Mollusca yang mempunyai spesies paling banyak. Bisa ditemukan di darat dan di air. kebanyakan mereka hidup sebagai herbivora. Walau tidak dipungkiri, ada juga yang hidup sebagai omnivora dan karnivora predator contohnya siput yang ada di laut (Conesnail). Beberapa contoh siput darat adalah bekicot (Achatina fulica) dan Helix pomatia (siput kebun),
Dari video tersebut sudah dijelaskan kenapa Gastropoda seperti Succinea putris bisa memiliki rupa aneh tersebut. Bagi, yang malas melihat video nya karena mungkin terlalu lama, saya sudah sertakan penjelasan mengenai Zombie snail yang saya dapatkan dari beberapa sumber.
Penyebab dari semua ini tidak lain dan tidak bukan adalah Trematoda yang bernama Leucochloridium paradoxum atau yang lebih dikenal dengan Green-Branded Broodsac. Hewan ini lah yang menginvasi Succinea putris hingga dia memiliki rupa yang begitu aneh dan tentakel yang besar.
Berikut adalah gambar tubuh dari Gastropoda secara umum.
Dan berikut adalah gambar bagaimana Leucochloridium paradoxum menginvasi tubuh Succinea putris
Video tersebut juga menjelaskan bahwa pada dasarnya, siput tersebut
tidak menyukai tempat yang terang. Namun, setelah di invasi oleh
Leucochloridium paradoxum, membuat siput tersebut tidak bisa mengontrol
perilaku. Apa yang menyebabkan matanya seolah berdenyut, adalah karena
didalamnya terdapat Leucochloridium paradoxum tersebut. Siput yang tidak
bisa mengendalikan dirinya, menjadi tidak memiliki kontrol atas
gerakknya. Membuat ia bergerak menuju arah cahaya.
Lalu bagaimana siput itu bisa terinfeksi?
Burung yang telah memakan Leucochloridium paradoxum, pasti akan melakukan pembuangan kotoran. Dan kotoran yang mengandung bibit Leucochloridium paradoxum, secara tidak sengaja dimakan oleh siput. Dan akan berputar seperti itu lagi, dan lagi...
Lalu bagaimana siput itu bisa terinfeksi?
Burung yang telah memakan Leucochloridium paradoxum, pasti akan melakukan pembuangan kotoran. Dan kotoran yang mengandung bibit Leucochloridium paradoxum, secara tidak sengaja dimakan oleh siput. Dan akan berputar seperti itu lagi, dan lagi...
No comments:
Post a Comment